Category Archives: Prosedur

Prosedur dan Template Peminjaman Barang

Prosedur Peminjaman Barang:

  • Unduh template peminjaman lalu modifikasi form sesuai dengan kebutuhan
  • Cetak form lalu sertakan tanda tangan dari peminjam, dosen pembimbing I/II (pilih salah satu saja) dan kepala laboratorium KBJ
  • Setelah semua tanda tangan sudah didapatkan form dikembalikan ke laboratorium KBJ

Berikut yang harus diedit dari template peminjaman barang lab KBJ:

  • Tanggal, bulan dan tahun pengajuan surat
  • Nama lengkap dan NRP peminjam
  • Bulan dan tahun awal peminjaman
  • Bulan dan tahun akhir peminjaman
  • List alat yang dipinjam
  • Nama dan NIP dosen pembimbing I/II (pilih salah satu saja)

Template dapat diunduh di: Template Peminjaman Barang Lab KBJ

Prosedur Laboratorium KBJ

Prosedur Penggunaan

Laboratorium Komputasi Berbasis Jaringan

Ruang Lingkup

a)      Prosedur ini berlaku untuk kegiatan mahasiswa dan pengguna selama berada di laboratorium.

b)      Prosedur ini berlaku untuk kegiatan praktik rutin, penggunaan inventaris laboratorium, pengerjaan tugas akhir mahasiswa, penelitian mahasiswa serta kegiatan riset dosen dan pengguna dari pihak lain di laboratorium KBJ.

Definisi

Inventaris laboratorium adalah kumpulan Alat/barang/sarana dan prasarana yang berada di laboratorium KBJ.

Wewenang dan Tanggung Jawab

a)      Ketua Program Studi dibantu oleh Kepala Laboratorium bertanggung jawab terhadap pelaksanaan prosedur ini.

b)      Administrator bertanggung jawab atas perawatan, penyimpanan, pendistribusian inventaris laboratorium, pemeriksaan inventaris laboratorium dan membantu menjaga ketertiban di dalam laboratorium KBJ.

c)      Mahasiswa bertanggung jawab terhadap penggunaan inventaris laboratorium dalam kegiatan selama di laboratorium dan dosen bertanggung jawab terhadap penggunaan inventaris laboratorium dalam kegiatan riset dosen.

Prosedur Tata Tertib di Laboratorium

a)      Mahasiswa harus menggunakan pakaian sesuai standard kuliah selama jam efektif kuliah dan tidak membawa makanan ataupun minuman masuk ke laboratorium.

b)      Mahasiswa membersihkan inventaris laboratorium yang telah digunakan dan mengembalikannya seperti semula

c)      Administrator memeriksa kelayakan inventaris laboratorium jika rusak/hilang, apabila kerusakan diakibatkan oleh kelalaian peminjam maka admin mencatat inventaris laboratorium yang harus diganti oleh peminjam.

d)      Sebelum menggunakan inventaris laboratorium-inventaris laboratorium praktikum, mahasiswa harus memahami petunjuk penggunaan inventaris laboratorium, sesuai dengan petunjuk penggunaan yang diberikan atau disampaikan oleh administrator

e)      Tidak melakukan aktifitas yang dapat menyebabkan kotor, coretan, goresan atau sejenisnya pada badan inventaris laboratorium-inventaris laboratorium praktikum yang digunakan

f)       Tidak melakukan aktifitas seperti bermain game, menonton film dan kegiatan yang tidak menunjang perkuliahan selama jam efektif kuliah.

g)      Setiap mahasiswa yang berada di dalam laboratorium wajib menjaga ketertiban di dalam laboratorium, seperti tidak ribut dan menjaga kenyamanan selama di laboratorium.

h)      Setiap mahasiswa dilarang membawa makanan dan minuman yang berbau dan dapat mengganggu aktifitas user lainnya.

Prosedur Keamanan di Laboratorium

a)      Ketika laboratorium aktif (tidak tutup) minimal harus ada satu administrator Lab berada di dalam laboratorium KBJ.

b)      Setiap pengguna mengamankan dan merapikan barangnya masing – masing.

c)      Sebelum meninggalkan Laboratorium KBJ, administrator terakhir yang berada di dalam laboratorium harus mengecek setiap alat elektronik yang masih menyala (matikan jika tidak perlu), lalu mengunci pintu laburatorium.

d)      Hormati para pengguna lain yang sedang mengerjakan tugas dan risetnya (jangan mengganggu).

Prosedur Keselamatan di Laboratorium

a)      Alat – alat PPPK (Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan) tersedia di dalam laboratorium KBJ.

b)      Bahaya api

  • Tidak boleh membawa barang – barang yang bisa memercikkan api atau mudah terbakar (korek api, bensin, dll) ke dalam laboratorium jika tidak diperlukan.
  • Jangan melakukan sesuatu yang dapat menimbulkan api, percikan api atau panas yang berlebihan dan bisa membahayakan diri sendiri dan orang lain.
  • Selalu waspada terhadap potensi bahaya api atau panas berlebihan.

Berikut ini adalah hal-hal yang harus diikuti praktikan jika menghadapi bahaya api atau panas berlebih :

  • Jangan panik
  • Beritahukan dan minta bantuan administrator laboratorium, praktikan lain dan orang di sekitar anda tentang terjadinya bahaya api atau panas berlebih.

c)      Bahaya Listrik

  • Perhatikan sumber – sumber listrik yang ada di sekitar laboratorium KBJ (stop contact dan circuit breaker). Laporkan pada administrator laboratorium jika melihat kerusakan atau potensi bahaya.
  • Hindari daerah atau benda yang berpotensi menimbulkan bahaya listrik (missal kabel yang terkelupas).
  • Tidak melakukan sesuatu yang menimbilkan bahaya listrik terhadap diri sendiri atau orang lain.
  • Keringkan bagian tubuh yang basah sebelum menyentuh atau mendekati barang elektronik (misal komputer).

Kecelakaan akibat bahaya listrik yang sering terjadi adalah tersengat arus listrik. Berikut ini adalah hal-hal yang harus diikuti praktikan jika hal itu terjadi :

  • Jangan panik.
  • Matikan semua peralatan elektronik dan sumber listrik di meja masing-masing dan di meja praktikan yang tersengat arus listrik.
  • Bantu praktikan yang tersengat arus listrik untuk melepaskan diri dari sumber listrik dengan tetap memperhatikan kontak langung dengan listrik.
  • Beritahukan admisitrator laboratorium KBJ tentang terjadinya kecelakaan akibat bahaya listrik

 

   ——————————————————————————————————————————-

Prosedur Peminjaman Barang

Laboratorium Komputasi Berbasis Jaringan

  1.  Pengguna yang akan meminjam barang riset laboratorium komputasi berbasis jaringan harus mengisi surat permohonan yang bisa diperoleh dari Administrator Lab.
  2. Surat permohonan yang telah diisi diserahkan kepada Administrator Lab, yang selanjutnya akan di verifikasi oleh Administrator Lab. Surat yang sudah terverifikasi harus diserahkan terlebih dahulu kepada kepala laboratorum untuk mendapatkan perijinan.
  3. Kepala Laboratorium akan memberikan keputusan apakah barang yang akan dipinjamkan tersebut boleh dipinjamkan atau tidak.
  4. Setelah Kepala Laboratorium memberikan ijin maka Administrator akan memeriksa kondisi terakhir barang yang akan dipinjamkan.
  5. Selanjutnya barang yang sudah diperiksa oleh administrator akan diserahkan kepada pengguna untuk digunakan.

   ——————————————————————————————————————————-

 Prosedur Pengembalian Barang

Laboratorium Komputasi Berbasis Jaringan

  1. Pengguna membawa barang yang telah dipinjam.
  2. Pengguna mengisi surat pengembalian barang yang dapat diperoleh dari Administrator Lab.
  3. Administrator laboratorium akan memeriksa kondisi barang terakhir dan membandingkan dengan kondisi barang sebelum dipinjam. Barang yang mengalami cacat selama peminjaman menjadi tanggung jawab pengguna.
  4. Barang yang sudah dikembalikan akan disimpan dalam lemari barang riset laboratorium komputasi berbasis jaringan.

   ——————————————————————————————————————————-

Prosedur Pendaftaraan Pengguna

Laboratorium Komputasi Berbasis Jaringan

  1. Calon pengguna mengisi form pendaftaran yang telah disediakan oleh administrator laboratorium.
  2. Form pendaftaran akan diperiksa oleh administrator laboratorium
  3. Administrator laboratorium akan mendaftarkan nama yang tercantum pada form pendaftaran kedalam database Active Directory server KBJ. Selanjutnya Administrator akan memberikan username dan password Active Directory kepada pengguna sehingga pengguna dapat menggunakannya.

   ——————————————————————————————————————————-

Prosedur Instalasi Aplikasi

pada Laboratorium Komputasi Berbasis Jaringan

  1. Pengguna yang ingin menginstal aplikasi perangkat lunak pada computer Laboratorium KBJ membawa aplikasinya dalam bentuk CD atau Flash Drive.
  2. Administrator berhak melakukan pemeriksaan aplikasi yang dibawa pengguna, apakah aplikasi tersebut bersifat open source atau berbayar. Selanjutnya Administrator akan mencatat aplikasi tersebut lalu melaporkannya kepada kepala laboratorium.
  3. Kepala laboratorium akan memberikan ijin boleh atau tidaknya menginstal aplikasi tersebut.
  4. Setelah mendapatkan ijin Administrator akan menginstall aplikasi tersebut pada komputer dengan privileged Administrator pada computer.

   ——————————————————————————————————————————-

 Prosedur Penerimaan Siswa Magang

Laboratorium Komputasi Berbasis Jaringan

  1.  Siswa yang hendak magang pada laboratorium Komputasi berbasis jaringan harap membawa surat permohonan dari sekolah tempat siswa tersebut belajar.
  2. Surat yang dibawa diserahkan kepada administrator laboratorium yang berada di tempat untuk memeriksa surat tersebut.
  3. Surat yang sudah diperiksa akan diserahkan kepada kepala laboratorium untuk mendapatkan ijin dan tugas yang akan diberikan oleh kepala laboratorium.
  4. Ijin dan jenis tugas yang sudah diberi akan dijalankan oleh siswa magang dengan pengawasan dari Administrator laboratorium.

   ——————————————————————————————————————————-

 Prosedur Pengajuan Pengadaan Barang

Laboratorium Komputasi Berbasis Jaringan

  1. Administrator lab akan mencatat semua kebutuhan barang yang sedang dibutuhkan oleh laboratorium.
  2. List barang yang sudah dicatat harus diserahkan kepada teknisi laboratorium.
  3. Teknsisi laboratorium akan memberikan list barang yang dibutuhkan kepada kepala laboratorium.
  4. Setelah mendapatkan ijin dari kepala laboratorium, teknisi lab akan membelikan barang yang dibutuhkan oleh laboratorium.

   ——————————————————————————————————————————-

 Prosedur Perawatan Inventaris

Laboratorium Komputasi Berbasis Jaringan

  1. Administrator lab akan mencatat semua kebutuhan barang yang sedang dibutuhkan oleh laboratorium
  2. List barang yang sudah diperiksa diserahkan kepada teknisi laboratorium
  3. Teknisi laboratorium akan memberikan list dan melaporkan keadaan inventaris kepada kepala laboratorium.
  4. Kepala laboratorium akan memberikan tanggapan mengenai inventaris yang rusak. Apabila inventaris yang rusak masih dapat diperbaiki, maka teknisi laboratorium akan memperbaiki inventaris tersebut. Apabila inventaris yang rusak akan diganti dengan inventaris baru maka teknisi lab akan membelikan inventaris yang dibutuhkan oleh laboratorium.

   ——————————————————————————————————————————-