Cryptography : Advanced Encryption Standard

Advanced Encryption Standard, atau AES, adalah blok cipher simetris yang dipilih oleh pemerintah AS untuk melindungi informasi rahasia dan diimplementasikan dalam perangkat lunak dan perangkat keras di seluruh dunia untuk mengenkripsi data sensitif. The National Institute of Standards and Technology (NIST) mulai pengembangan AES pada tahun 1997 ketika mengumumkan kebutuhan untuk algoritma penerus untuk Data Encryption Standard (DES), yang mulai menjadi rentan terhadap serangan brute-force.

Setelah menjalani proses pemilihan dari beberapa algoritma (MARS, RC6,Rijndael, Serpent dan Twofish) untuk diimplementasikan dalam program enkripsi, AES kemudian diumumkan secara publik. Dengan menggunakan algoritma Rijndael sebagai symmetric key, AES sampai sekarang dianggap sebagai standard enkripsi yang kuat untuk menjaga data-data yang bersifat rahasia (classified).

Bagaimana cara kerja AES?

aes_design

AES terdiri dari 3 blok cipher : AES-128, AES-192 dan AES-256. Cipher-cipher tersebut mengenkripsi dan mendekripsi data dalam 128-bits blok data menggunakan key kriptografik dari 128-, 192- dan 256-bits, tergantung dari jenis cipher yang dipakai. Algoritma Rijndael cipher yang digunakan sebagai symmetric key pada AES sebenarnya di-desain supaya dapat menangani tambahan ukuran blok atau panjang key, tapi fitur-fitur itu tidak digunakan dalam AES.

Symmetric (atau biasa disebut secret-key) ciphers menggunakan key yang sama untuk proses enkripsi dan dekripsi, jadi pengirim dan penerima harus mengetahui dan menggunakan secret-key yang sama. Semua panjang kunci dianggap cukup untuk melindungi data rahasia mulai dari tingkat “rahasia saja” sampai informasi “top-secret” yang bisa sampai memerlukan 192- atau 256-bit panjang kunci. Dalam prosesnya akan ada 10 kali pemrosesan untuk 128-bit keys, 12 kali untuk 192-bit keys dan 14 kali untuk 256-bit keys. Dan tiap pemrosesan dibagi lagi menjadi beberapa proses yaitu : substitution (dengan menggunakan S-Box), transposition dan pencampuran pada input data, yang kemudian akan diubah menjadi output akhir berupa data cipher.

aes_shiftrows

Algoritma enkripsi AES mendefinisikan beberapa transformasi yang akan digunakan sebagai penyimpanan data dalam bentuk array. Proses pertama dari cipher ini adalah meletakkan data input ke dalam array, kemudian dengan transformasi cipher yang dilakukan berulang kali sebanyak pengulangan enkripsi cipher yang digunakan (10 kali untuk 128-bit secret-key, 12 kali untuk 192-bit secret-key dan 14 kali untuk 256-bit secret-key). Transformasi pertama dalam AES cipher ini adalah substitution atau penggantian data dengan menggunakan tabel substitusi. Transformasi kedua adalah penggeseran baris data. Transformasi ketiga adalah pencampuran antar kolom data, dan transformasi terakhir adalah proses XOR sederhana yang dioperasikan pada tiap-tiap kolom data dengan menggunakan bagian berbeda dari encryption-key. Dan semakin panjang key yang digunakan, semakin banyak pula pengulangan proses yang dilakukan.

Kalau penasaran dengan bentuk enkripsi data dari AES, bisa di-cek pada http://aesencryption.net

Sumber : http://searchsecurity.techtarget.com/definition/Advanced-Encryption-Standard

 

Penulis : Editor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *